<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Menuju Rumah Tangga Bahagia</title>
	<atom:link href="http://duniapernikahan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniapernikahan.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 Aug 2008 03:38:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='duniapernikahan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Menuju Rumah Tangga Bahagia</title>
		<link>http://duniapernikahan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://duniapernikahan.wordpress.com/osd.xml" title="Menuju Rumah Tangga Bahagia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://duniapernikahan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>FIKIH KELUARGA</title>
		<link>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/58/</link>
		<comments>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/58/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 03:32:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abushofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penunjang Nikah dan Rumah Tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapernikahan.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Semua orang yang akan dan telah berkeluarga pasti bercita-cita untuk mewujudkan keluarga yang harmonis, keluarga yang dibalut mawaddah warahmah. Darinya akan lahir generasi penerus yang shalih dan shalihah, sehingga keluarga tersebut berperan sebagai batu pertama untuk membangun sebuah masyarakat. Keluarga sakinah akan terwujud manakala semua komponen yang ada di dalamnya memerankan fungsinya masing-masing dengan sebaik-baiknya. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=58&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua orang yang akan dan telah berkeluarga pasti bercita-cita untuk mewujudkan keluarga yang harmonis, keluarga yang dibalut mawaddah warahmah. Darinya akan lahir generasi penerus yang shalih dan shalihah, sehingga keluarga tersebut berperan sebagai batu pertama untuk membangun sebuah masyarakat. Keluarga sakinah akan terwujud manakala semua komponen yang ada di dalamnya memerankan fungsinya masing-masing dengan sebaik-baiknya. Sedangkan untuk membina keluarga sakinah bukanlah pekerjaan yang singkat, tidak seperti membalikkan tangan. Pembinaan keluarga sakinah adalah suatu proses sepanjang hayat, dimulai dari mempersiapkan diri untuk menjadi orang takwa, kemudian memilih calon pasangan dan terus berlanjut hingga mendidik anak, bahkan hingga semuanya menghadap ke hadirat Ilahi. Agar cita-cita yang diinginkan dapat terwujud maka semua proses tersebut harus berjalan dalam koridor hukum Islam. Dan inilah buku yang membahas tuntas tentang hukum-hukum Islam yang berkaitan dengan masalah keluarga Dari mulai hukum mencari jodoh, meminang, akad nikah, walimah, pengurusan anak, talak, rujuk dan lain-lain. Hukum-hukum tentang keluarga ini sangat penting untuk diketahui setiap muslim dan muslimah sebab tidak ada hukum yang dijelaskan di dalam Al-Qur&#8217;an secara terperinci seperti hukum-hukum tentang keluarga.</p>
<p>Buku Ini layak Anda baca</p>
<p>Harga: Rp. 56.000,-</p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.sarana-hidayah.com/images/products_thumbs/428_1.jpg" alt="" width="100" height="140" /></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapernikahan.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapernikahan.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapernikahan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapernikahan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapernikahan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapernikahan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapernikahan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapernikahan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapernikahan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapernikahan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapernikahan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapernikahan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapernikahan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapernikahan.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapernikahan.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapernikahan.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=58&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/58/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdb01cfa52a126902ed0a5a5264b2969?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abu shafiyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.sarana-hidayah.com/images/products_thumbs/428_1.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>NIKAH? BERANI?!</title>
		<link>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/nikah-berani/</link>
		<comments>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/nikah-berani/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 02:52:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abushofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasihat Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapernikahan.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Cinta dan menikah memang bahasan yang sangat menarik. Jangankan anak muda, yang telah tua pun masih berminat. Acara seminar dan semacamnya akan dipadati pengunjung manakala temanya tidak jauh dari dua hal tadi. Itulah yang terjadi pada tataran teori, hampir semua orang begitu tertarik dengan masalah cinta dan menikah. Siapa tidak ingin menikah? Hampir tidak ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=56&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Cinta dan menikah memang bahasan yang sangat menarik. Jangankan anak muda, yang telah tua pun masih berminat. Acara seminar dan semacamnya akan dipadati pengunjung manakala temanya tidak jauh dari dua hal tadi.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Itulah yang terjadi pada tataran teori, hampir semua orang begitu tertarik dengan masalah cinta dan menikah. Siapa tidak ingin menikah? Hampir tidak ada yang tidak ingin menikah. Tapi…faktanya banyak lelaki berumur yang belum juga menikah. Ah, teori! Teori?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span id="more-56"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Belum siap menikah? Inilah salah satu alasan seseorang menunda kemudian menunda dan menunda lagi untuk menikah. Ada banyak alasan yang dikemukakan oleh para pelajang. Satu yang mungkin sulit diungkap yakni rasa takut. Hampir tidak ada yang memberi alasan menunda nikah karena takut, walau kadang tampak dalam sikap dan perilaku.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Tidak pas rasanya kalau sekadar menyalahkan orang-orang yang takut menikah, toh mereka mungkin punya alasan pendukung lainnya. Hanya perlu kita kemukakan sebuah pertanyaan, mengapa harus takut menikah? Bukankah menikah sebuah keutamaan, sebuah ibadah yang begitu agung?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Jangan Lupa Keutamaan Menikah</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Secara fitrah manusia punya ketertarikan dan cinta dengan lawan jenis. Lelaki tertarik dengan perempuan dan wanita mencintai pria adalah wajar dan sah-sah saja. Kecenderungan tersebut disitir Allah dalam Al-Quran,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em>&#8220;Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak,…&#8221;</em> <strong>(Ali &#8216;Imran:14)</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Karena itulah dalam Islam tidak disyariatkan perilaku <em>rahbaniyah</em>.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Mau Mati Bujang?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Yuk, Berani Sekarang!</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapernikahan.wordpress.com/56/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapernikahan.wordpress.com/56/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapernikahan.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapernikahan.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapernikahan.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapernikahan.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapernikahan.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapernikahan.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapernikahan.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapernikahan.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapernikahan.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapernikahan.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapernikahan.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapernikahan.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapernikahan.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapernikahan.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=56&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/nikah-berani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdb01cfa52a126902ed0a5a5264b2969?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abu shafiyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mau Nikah ada aja Masalah</title>
		<link>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/mau-nikah-ada-aja-masalah/</link>
		<comments>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/mau-nikah-ada-aja-masalah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 02:45:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abushofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[JELANG NIKAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapernikahan.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Menikah, sunnah yang indah ini ternyata tak selalu mudah dilakukan. Masih banyak di antara pemuda kita yang &#8216;takut&#8217; ataupun ragu untuk menjaga kesuciannya dengan menikah. Padahal, ibadah ini sangat dianjurkan untuk disegerakan, bagi seorang pemuda yang telah mampu berhubungan seksual. Ada beberapa hal yang sering membuat seorang pemuda mengaku &#8216;belum siap&#8217; untuk menikah. Di antaranya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=54&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-size:10pt;">Menikah, sunnah yang indah ini ternyata tak selalu mudah dilakukan. Masih banyak di antara pemuda kita yang &#8216;takut&#8217; ataupun ragu untuk menjaga kesuciannya dengan menikah. Padahal, ibadah ini sangat dianjurkan untuk disegerakan, bagi seorang pemuda yang telah mampu berhubungan seksual. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Ada beberapa hal yang sering membuat seorang pemuda mengaku &#8216;belum siap&#8217; untuk menikah. Di antaranya masih kuliah, belum bekerja, takut tidak bisa membahagiakan keluarga, dan sebagainya. Masalahnya, menunda-nunda nikah bisa menimbulkan masalah. Di zaman yang semakin banyak godaan ini, bisa-bisa iman tergerus dan terjatuh ke dalam maksiat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;"> </span><span id="more-54"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:10pt;">Beragam Alasan</span></strong><span style="font-size:10pt;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Kita bisa benar-benar bermaksiat -<em>na&#8217;udzubillahimindzalik-</em> kalau tidak segera menjaga kesucian kemaluan dengan menikah. Keinginan menikah harus diawali dengan niat yang sungguh-sungguh untuk dapat menghalalkan pandangan mata dengan akad nikah yang sah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Bukannya aku tak ingin segera menikah, tapi&#8230;&#8221;Pernyataan seperti itu sering terlontar dari para bujangan saat ditanya soal nikah. Beragam alasan dikemukakan, di antaranya:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><em><span style="font-size:10pt;">- Masih kuliah</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Bagi yang sedang atau pernah kuliah, tentu merasakan betapa &#8216;dahsyatnya&#8217; fitnah syahwat di dunia kampus yang cenderung bebas. Saat melihat para mahasiswi berpakaian seksi mana rasa hati kita? Bahkan saat melihat akhwat berhijab lengkap pun hati kita&#8230;ya, begitulah. Memang sulit menjaga hati bagi bujangan. Faktanya, banyak kasus hubungan seks pra nikah di kalangan mahasiswa yang tak kuat iman. <em>Na&#8217;udzubillah</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Karena itu, sebenarnya, menikah saat kuliah bagi seorang ikhwan merupakan pilihan tepat untuk menjaga kesucian kemaluannya. Bukankah lebih baik menikah daripada tergelincir pada zina? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Hanya saja, bila menikah saat kuliah jadi pilihan, kita harus pandai mengatur waktu agar antara nikah dan kuliah bisa berjalan seiring, sehingga<span> </span>tidak ada yang terkorbankan. Banyak <em>kok</em> orang yang lulus dengan IP bagus, padahal dia menikah saat kuliah. Memang, ada juga yang kuliahnya berantakan setelah menikah. Sekali lagi, itu kembali pada kemampuan kita dalam memenej segalanya, juga tergantung pada niat awal saat menikah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><em><span style="font-size:10pt;">- Belum bekerja</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Masih menganggur juga kerap menjadi alasan ikhwan untuk tidak segera menikah. Sebenarnya, lapangan pekerjaan yang tersedia bagi kita ini sangat luas. Hanya saja, orang sering mempersepsikan &#8216;kerja&#8217; dengan kerja kantoran. Inilah yang perlu diluruskan. Bekerja adalah melakukan pekerjaan apa saja yang halal, yang bisa mendatangkan penghasilan. Sebagai laki-laki, seorang ikhwan harus lebih membuka mata terhadap berbagai peluang yang ada. Bagaimanapun juga, ikhwan harus mempersiapkan diri untuk menjadi tulang punggung keluarga kelak, untuk menafkahi anak dan istri.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><em><span style="font-size:10pt;">- Belum siap mental</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Belum siap mental atau belum berani memikul tanggung jawab sebagai kepala keluarga juga menjadi alasan klasik bagi sebagian ikhwan untuk menunda nikah. Mereka membayangkan betapa beratnya memikul tanggung jawab sebagai kepala keluarga. Ada semacam ketakutan yang sebenarnya tak beralasan menghantui mereka. Takut tidak bisa menjadi suami dan ayah yang baik, takut tidak bisa membahagiakan anak dan istri,<span> </span>takut akan kekurangan materi, dan sebagainya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Bagi yang memiliki problem ini, sebaiknya mengingat hadits berikut,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Dari Abu Hurairah a, Rasulullah b bersabda, <em>&#8220;Tiga orang yang akan selalu diberi pertolongan oleh Allah adalah seorang mujahid yang selalu memperjuangkan agama Allah l, seorang penulis yang selalu memberi penawar, dan seorang pemuda yang menikah demi menjaga kehormatan dirinya.&#8221; </em>(Riwayat Thabrani)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Jadi, bertawakallah! Percayalah bahwa Allah l akan menolong hamba-Nya yang menikah demi menyelamatkan agamanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><em><span style="font-size:10pt;">- Belum bertemu jodoh</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Saya belum nikah, ya karena belum bertemu jodoh saja,&#8221; kilah seorang ikhwan, begitu ringan. Saat ditanya, &#8220;Memangnya antum sudah ikhtiar?&#8221; Ia pun hanya menjawab dengan senyuman.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Wahai ikhwan, ketahuilah, saat ini begitu banyak akhwat yang sudah siap menikah. Mereka benar-benar menunggu pinanganmu, dengan segenap kerinduan<span> </span>agar segera sebagai ratu rumah tanggamu, ibu bagi anak-anakmu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><em><span style="font-size:10pt;">- Terlalu idealis</span></em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">&#8220;Pilihan <em>sih</em> banyak, tapi belum ada yang cocok!&#8221;Ini juga sering menjadi alasan yang dilontarkan oleh sebagian ikhwan untuk menunda nikah. Memang, dari hadits Rasulullah b disebutkan bahwa wanita itu dipilih karena kecantikannya, kekayaannya, kemuliaan nasabnya, dan agamanya. Beruntunglah bila bisa mendapatkan wanita yang memiliki keempat kelebihan itu dalam dirinya. Namun sungguh, yang seperti itu termasuk langka. Karena itulah Rasulullah b menekankan agar seorang lelaki lebih memilih agamanya, niscaya itu akan lebih membawa keselamatan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Yang harus dipahami, tak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Selain memiliki kelebihan, seorang wanita juga pasti memiliki kekurangan. Jadi, dalam memilih jodoh, jangan menuntut kesempurnaan, karena diri kita sendiri pun memiliki banyak kekurangan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><strong><span style="font-size:10pt;">Alasan Lain</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;">Selain beberapa alasan di atas, masih ada beberapa alasan lain yang sering menjadikan ikhwan terhalang untuk menikah. Misalnya ketentuan dari keluarga, tidak boleh mendahului kakak untuk menikah. Ketentuan ini tidak ada landasan syarinya, karena itu tidak layak diberlakukan. Masalah lain yang menjadikan ikhwan takut menikah adalah trauma terhadap kegagalan rumah tangga orang-orang terdekatnya. Misalnya perceraian atau ketidakharmonisan rumah tangga orang tuanya. Hal ini harus disikapi dengan lebih bijak. Jika niat kita lurus, <em>insyaallah </em>Allah akan memudahkan segalanya, dan kebahagiaan itu akan mengikuti dengan sendirinya. <em>Wallahu a&#8217;lam</em>. <strong><em>(ummu husna) </em></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:10pt;"> </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapernikahan.wordpress.com/54/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapernikahan.wordpress.com/54/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapernikahan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapernikahan.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapernikahan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapernikahan.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapernikahan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapernikahan.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapernikahan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapernikahan.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapernikahan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapernikahan.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapernikahan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapernikahan.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapernikahan.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapernikahan.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=54&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/mau-nikah-ada-aja-masalah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdb01cfa52a126902ed0a5a5264b2969?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abu shafiyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bersama Istri Meraih Bijak</title>
		<link>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/bersama-istri-meraih-bijak/</link>
		<comments>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/bersama-istri-meraih-bijak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 02:42:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abushofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasihat Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[SETELAH NIKAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapernikahan.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Suamiku sering menyebut-nyebut kelebihan wanita lain di depanku . Seolahh-olah dia menyesal menikah denganku.., ” ujar seorang ummahat. Tampak kesedihan terpancar dari wajahnya. Dan, kedua matanya pun berkaca-kaca.Memang, ada kalanya seorang suami tidak puas dengan keadaan istrinya. Ia selalu mengingat kekurangan istrinya &#38; membandingkannya dengan wanita lain Boleh jadi kekurangan istri dirasa cukup berat bagi suami, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=52&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suamiku sering menyebut-nyebut kelebihan wanita lain di depanku . Seolahh-olah dia menyesal menikah denganku.., ” ujar seorang ummahat. Tampak kesedihan terpancar dari wajahnya. Dan, kedua matanya pun berkaca-kaca.Memang, ada kalanya seorang suami tidak puas dengan keadaan istrinya. Ia selalu mengingat kekurangan istrinya &amp; membandingkannya dengan wanita lain Boleh jadi kekurangan istri dirasa cukup berat bagi suami, akan tetapi dalam waktu yang sama, sang istri sesungguhnya juga memiliki banyak kelebihan atau keistimewaan, serta sekian banyak sifat yang terpuji.</p>
<p><span id="more-52"></span></p>
<p>Ini semua menuntut sang suami untuk perlahan-lahan dan berhati-hati di dalam mengambil sikap. Jangan sampai ia menilai dan meghukum istrinya hanya melalui aib-aibnya saja, akan tetapi ia harus melihat kebaikan dan keburukannya, serta kelebihan dan kekurangannya secara bersamaan. Janganlah ia memberikan keputusan berdasarkan satu sudut pandang saja. Janganlah ia membenci istri karena satu perilaku yang menjadi bagian dari tabiatnya</p>
<p>Allah berfirman:” … Dan bergaullah dengan mereka secara patut, kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (makabersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahalAllah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (An Nisa’:19)Oleh karena itu, janganlah seorang suami membenci istrinya karena perilaku tertentu. Sekali-kali jangan! Nabi bersabda, “Janganlah seorang mukmin itu membenci seorang mukminah. Jika ia benci kepada satu perilaku, maka ia akan puas dengan perilaku yang lainnya.” (Riwayat Muslim)Hendaklah sang suami itu sadar, bahwa ia tidak akan mendapatkan seorang istri yang bebas dari kekurangan. Boleh jadi istrinya itu, dengan segala kekurangan yang ada, tetap lebih baik daripada sekian wanita lainnya, hanya saja ia tidak melihat kekurangan atau aib wanita lainnya itu.Jika engkau ingin mengenal hal itu, peganglah kertas dan pena, dan tulislah kelebihan-kelebihan istrimu dan kekurangan-kekurangannya, tentu engkau akan melihat bahwa kelebihannya jauh lebih banyak daripada kekurangannya. Ketahuilah, bahwa dalam kehidupan rumah tangga ini tidak memungkinkan bagimu untuk mendapatkan seorang istri yang seratus persen sesuai dengan kriteria yang engkau inginkan. Sudah tentu terdapat perbedaan karakter, dan sudah tentu pula bahwa engkau akan melihat sesuatu yang mengagumkanmu dan sesuatu yang tidak menyenangkanmu.Ketahuilah hai para suami, istrimu tidak dan tidak akan seratus persen sebagaimana yang engkau inginkan. Sebab, ia menerima pendidikan yang berbeda dengan pendidikan yang engkau dapatkan, serta memiliki tabiat yang berbeda dengan tabiat yang ada pada dirimu.Terkadang ia memang mirip denganmu dalam beberapa hal, namun berbe da dalam hal lainnya. Oleh karena itu, terimalah kenyataan ini. Janganlah engkau melawan kehidupan dan hendak mengalahkan tabiat yang sudah mengakar, karena tidak mudah mengubahnya. Sekalipun hal itu mungkin, akan tetapi jelas memerlukan waktu yang cukup panjang, kesabaran yang mendalam, latihan secara terus-menerus, nafas yang panjang dan jiwa yang tabah.Selain kurang bersabar terhadap kekurangannya, kadang para suami suka melecehkan akal para istrinya dan cara dia dalam berpikir. Suami yang melakukan hal seperti ini sebenarnya hanya menyebarkan keletihan dan tidak mencari kebahagiaan rumah tangga. Demikian juga, ia adalah seorang suami yang tidak pantas mendapatkan penghormatan dari istrinya, karena yang namanya penghormatan itu adalah sesuatu yang bersifat timbal balik. Sepanjang engkau tidak menghormati orang lain, maka orang tersebut tidak akan menghormatimu, kecuali jika engkau mau hormat kepadanya.Seorang istri yang merasakan bahwa suaminya melakukan hal seperti ini, yaitu pelecehan terhadap akalnya dan caranya dalam berpikir, maka istri tersebut tidak akan memberikan cintanya kepada suaminya. Ada persoalan yang dipahami secara keliru oleh kaum lakihlaki. Yaitu bahwa mereka menganggap akal wanita itu lemah dan kurang cerdas, serta cara berpikirnya bengkok, kurang lurus. Dan bahwa ia tidak mungkin memiliki pendapat yang lurus. Pendapat dan anggapan seperti ini sama sekali tidak ada dasarnya, dan jelas tidak benar. Sumbernya adalah pemahaman yang keliru mengenai beberapa hadits yang berbicara mengenai masalah ini. Misalnya adalah hadits yang menyebutkan bahwa mereka adalah “Orang-orang yang kurang akal dan agamanya.” Redaksi hadits seperti ini dipahami secara keliru oleh sebagian orang. Mereka memahami bahwa kurangnya akal di sini adalah kurangnya kecerdasan atau kebengkokan dalam berpikir. Ini jelas keliru. Yang dimaksudkan di sini adalah sifat lupanya kaum wanita lebih banyak daripada lelaki. Hal itu disebabkan karena ada banyak hal yang dialami oleh kaum wanita yang membuatnya mudah lupa, terlebih dalam kehidupan umum, dimana ia tidak bisa seleluasa kaum lelaki.Dalil mengenai hal itu ialah bahwa Nabi ketika ditanya oleh kaum wanita, “Apakah kekurangan akal dan agama kami, wahai Rasulullah?”Maka beliau menjawab, “Bukankah kesaksian wanita itu adalah separuh dari kesaksian laki-laki?”Kami menjawab, “Ya benar.”Nabi bersabda, “Itulah bentuk kekurangan akalnya.”Nabi bertanya lagi, “Bukankah jika sedang haid, ia tidak mengerjakan shalat dan juga tidak berpuasa?”Kami menjawab, “Ya benar.”Nabi menjawab, “Itulah bentuk kekurangan agamanya.”Dengan demikian, kekurangan yang disebutkan dalam hadits tersebut memiliki makna sebagaimana yang telah kami sebutkan di atas.Demikian juga halnya dengan kekurangan agamanya. Ia tidak berarti kekurangan mengenai hakikat agamanya, akan tetapi kekurangan itu terdapat pada sebagian dari hal-hal peribadahan.Sedangkan dalam hal ini ia tidaklah dihukum karena meninggalkannya. Bahkan ia justru diharamkan untuk mengerjakannya. Wanita yang sedang haid diharamkan mengerjakan shalat dan puasa. Jika ketika itu ia mengerjakan shalat dan puasa, tentu ia berdosa, sekalipun ia berkewajiban menqadha’ puasa, namun ia tidak perlu mengqadha’ shalat, sebagai bentuk peringanan terhadapnya dan rukhsah dari Allah .Akal wanita adalah akal yang harus dihormati. Ada sebagian wanita yang memiliki keistimewaan berupa kecerdasan akal yang lebih hebat dibanding akal kaum laki-laki. Contoh untuk hal ini sangatlah banyak, dan bukanlah di sini tempatnya untuk menyebutkannya.Akan tetapi, bagaimanapun, kecerdasan akal wanita dijadikan oleh Allah dengan garis yang berbeda denga garis kecerdasan laki-laki. Ia merupakan kecerdasan jenis khusus. Oleh karena itu, ia memiliki perhatian-perhatian khusus. Itu merupakan hikmah agung yang hanya diketahui oleh Allah .Boleh jadi hal itu dijadikan untuk memperkaya kehidupan, sehingga kehidupan ini menjadi lebih bervariasi, dan agar laki-laki tidak berkuasa dengan akalnya saja, akan tetapi perasaan wanita yang menggelora itu juga memberikan makna lain bagi kehidupan.Adapun jika dasar keyakinan pada diri laki-laki berkenaan dengan akal wanita bukanlah sebagaimana dijelaskan di atas, dan memang ia telah menikahi yang kurang cerdas atau bengkok pikirannya, maka tidak ada alasan baginya untuk menyebutkan hal itu di hadapannya, atau selalu membodoh-bodohkan pendapatnya. Ia pun harus menerima segala kekurangannya, sepanjang ia menjadi istrinya. Adalah tidak adil jika ia menimbangnya dengan sesuatu yang memang tidak dimiliki olehnya.Yang tak kalah penting lagi adalah pernyertaan istri terkait dengan urusan rumah tangga. Yaitu dalam hal berpikir dan merencanakan suatu hal bersama sang suami, serta bermusyawarah dengannya.Banyak kaum lelaki yang masih berpikiran bahwa “bermusyawarah dengan wanita hanya akan merobohkan rumah tangga.” Bisa jadi hal ini ada benarnya untuk sebagian kaum wanita. Akan tetapi, ada sebagian kaum wanita atau istri yang bila diajak bermusyawarah, maka akal pikiran atau pendapatnya akan bisa memecahkan sekian banyak masalah yang dihadapi….Rasulullah pun tidak segan untuk meminta pendapat istrinya. Jadi… jangan segan untuk mencontoh Rasulullah dalam masalah ini. Setuju?</p>
<p>Sumber:FAtawa Vol.IV</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapernikahan.wordpress.com/52/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapernikahan.wordpress.com/52/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapernikahan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapernikahan.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapernikahan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapernikahan.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapernikahan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapernikahan.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapernikahan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapernikahan.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapernikahan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapernikahan.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapernikahan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapernikahan.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapernikahan.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapernikahan.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=52&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/bersama-istri-meraih-bijak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdb01cfa52a126902ed0a5a5264b2969?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abu shafiyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Qanaah dan senantiasa menerima sifat terpuji istri</title>
		<link>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/qanaah-dan-senantiasa-menerima-sifat-terpuji-istri/</link>
		<comments>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/qanaah-dan-senantiasa-menerima-sifat-terpuji-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 02:23:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abushofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasihat Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[SETELAH NIKAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapernikahan.wordpress.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Sikap qana’ah atau menerima apa adanya (nrimo) pada masalah kebendaan (duniawi) dalam kehidupan suami istri sangat dibutuhkan.Terutama bagi seorang istri tanpa adanya sifat qana’ah maka bisa dibayangkan bagaimana susahnya seorang suami.Setiap tiba dirumah maka yang terdengar adalah keluhan-keluhan, belum punya ini belum punya itu, ingin beli perhiasan, pakaian baru, sepatu baru, jilbab baru,perkakas rumah tangga, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=49&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sikap qana’ah atau menerima apa adanya (nrimo) pada masalah kebendaan (duniawi) dalam kehidupan suami istri sangat dibutuhkan.Terutama bagi seorang istri tanpa adanya sifat qana’ah maka bisa dibayangkan bagaimana susahnya seorang suami.Setiap tiba dirumah maka yang terdengar adalah keluhan-keluhan, belum punya ini belum punya itu, ingin beli perhiasan, pakaian baru, sepatu baru, jilbab baru,perkakas rumah tangga, furniture, dan lain-lainnya.</p>
<p>Alhamdulillah bila sang suami memiliki banyak harta apabila tidak maka yang terjadi adalah pertengkaran dan perselisihan melihat kedudukan suami dengan sebelah mata karena gaji yang kecil .Terkadang keluar keluhan bila si Fulan bisa mendapatkan pekerjaan dengan gaji besar mengapa engkau tidak???sehingga impian membina rumah tangga yang sakinah, mawaddah warrahmah semakin jauh.Hati menjadi resah dan gundah lalu hilanglah rasa syukur, baik kepada suami maupun kepada Allah.Bila hal ini sudah menimpa pada seorang istri maka waspadalah ya ukhti,….sesungguhnya engkau telah membebani suamimu diluar kemampuannya.</p>
<p><span id="more-49"></span></p>
<p>Engkau telah membuatnya terlalu sibuk dengan dunia untuk memenuhi segala keinginanmu. Berapa banyak kaum suami yang meninggalkan majelis ilmu syar’i demi mengejar uang lemburan? sebelum menikah rajin datang ke tempat majelis ilmu setelah menikah jarang terlihat lagi, mungkin tadinya datang setiap minggu sekarang frekuensinya menjadi sebulan dua kali atau sekali bahkan mungkin tidak datang lagi!!! Atau berapa banyak kaum suami yang rela menempuh jalan yang diharamkan Allah Ta’ala demi membahagiakan sang istri tercinta.Yang terakhir ini banyak ditempuh oleh para suami yang minim sekali ilmu agamanya sehingga demi ‘’senyuman sang istri” rela ia menempuh jalan yang dimurkai-Nya.Wal’iyyadzu billah.</p>
<p>Duhai, para istri…engkau adalah sebaik-baik perhiasan diatas muka bumi ini bila engkau memahami dienmu. Maka jadilah wanita dan istri yang shalihah,itu semua bisa dicapai bila engkau mampu mengendalikan hawa nafsumu, bergaul hanya dengan kawan-kawan yang shalihah dan berilmu,dan tutuplah matamu bila engkau melihat sesuatu yang tidak mungkin bisa engkau raih, lihatlah kebawah masih banyak yang lebih menderita dan lebih miskin hidupnya dibandingkan engkau. Maka akan kau temui dirimu menjadi orang yang mudah mensyukuri nikmat-Nya.</p>
<p>Sifat qana’ah ibarat mutiara yang terpendam di bawah laut, barangsiapa yang bisa mengambilnya dan memilikinya maka beruntunglah ia.Seorang istri yang memiliki sifat qana’ah ini maka dapat membawa ketentraman dan kedamaian dalam rumah tangganya. Suami merasa sejuk berdampingan denganmu, rasanya akan enggan ia menjauh darimu.</p>
<p>Betapa bahagianya para suami yang memiliki istri yang qana’ah, para istri bisa memiliki sifat ini bila ia mau berusaha sekuat tenaga dan berdo’a kepada Allah semata. Ya, Allah janganlah kau jadikan dunia satu-satunya keinginan utama kami, amin.Wallahu’alam bishawwab.</p>
<p>Bumi Allah, Sydney.</p>
<p>disalin dari jilbab.or.id</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapernikahan.wordpress.com/49/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapernikahan.wordpress.com/49/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapernikahan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapernikahan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapernikahan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapernikahan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapernikahan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapernikahan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapernikahan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapernikahan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapernikahan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapernikahan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapernikahan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapernikahan.wordpress.com/49/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapernikahan.wordpress.com/49/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapernikahan.wordpress.com/49/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=49&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/qanaah-dan-senantiasa-menerima-sifat-terpuji-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdb01cfa52a126902ed0a5a5264b2969?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abu shafiyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Karena Taman Itu Disirami</title>
		<link>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/karena-taman-itu-disirami/</link>
		<comments>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/karena-taman-itu-disirami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 02:21:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abushofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasihat Pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[SETELAH NIKAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapernikahan.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Karya: Abu Ammar al-Ghoyami Indahnya pergaulan pasutri dalam membina rumah tangganya sarat dengan keharmonisan. Keharmonisan merupakan sebutan yang sering dan selalu didamba keberadaannya oleh setiap pasutri. Hal ini wajar, mengingat begitu pentingnya peranannya dalam kehidupan setiap pasutri. Bisa jadi dan sangat mungkin sebab keharmonisan itu merupakan pokok keberhasilan dalam usaha mereka berdua mendayung sampan mengarungi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=47&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Karya:  Abu Ammar al-Ghoyami</p>
<p>Indahnya pergaulan pasutri dalam membina rumah tangganya sarat dengan keharmonisan. Keharmonisan merupakan sebutan yang sering dan selalu didamba keberadaannya oleh setiap pasutri. Hal ini wajar, mengingat begitu pentingnya peranannya dalam kehidupan setiap pasutri. Bisa jadi dan sangat mungkin sebab keharmonisan itu merupakan pokok keberhasilan dalam usaha mereka berdua mendayung sampan mengarungi samudera kehidupan rumah tangganya.</p>
<p>Termasuk unsur pokok keharmonisan setiap pasutri adalah akhlaq yang terpuji dari tiap-tiap individu. Dan termasuk pokok akhlaq terpuji adalah berbuat adil dan tidak menzholimi. Seorang suami harus mempergauli isterinya dengan penuh keadilan dan tidak ada kezholiman. Begitu pula seorang isteri harus mengimbangi keadilan suami dengan keadilan serupa. Bersihnya suami dari kezholiman ialah dengan menahan dari melakukan kezholiman kepada isterinya. Bukankah itu adalah keharmonisan?</p>
<p><span id="more-47"></span></p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan kedudukan yang berbeda antara suami dan istri dalam rumah tangganya, hal ini menuntut keadilan dan dibuangnya jauh-jauh kezholinman dari setiap pasutri terhadap pasangannya. Sebab dibalik perbedaan itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menganugerahkan keharmonisan bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Simaklah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut:</p>
<p><em>Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (kaum wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka….</em> <strong>(QS. an-Nisa’ [4]: 34)</strong></p>
<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan para suami sebagai orang yang memiliki kuasa dalam membina para isterinya, mendidik mereka, serta memerintah mereka untuk melaksanakan seluruh kewajiban yang harus mereka tunaikan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan kepada suaminya, serta memberikan pelajaran kepada mereka bila mereka tidak menunaikannya. Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak menghendaki sebaliknya.</p>
<p>Mengapa ditetapkan demikian? Padahal yang demikian ini benar-benar sebuah perbedaan? Memang benar, itu adalah perbedaan, sedangkan keharmonisan tidak selamanya harus sepadan, harus sama, dan harus selaras. Dalam perbedaan pun Allah Subhanahu wa Ta’ala menghendaki keharmonisan, bahkan merupakan keharmonisan yang sesungguhnya.</p>
<p>Mengapa hanya suami? Sebab Subhanahu wa Ta’ala telah melebihkan para suami atas para isteri dengan mahar-mahar yang mereka bayarkan, dengan harta yang mereka nafkahkan untuk isteri mereka, dan dengan kecukupan yang mereka berikan kepada para isteri mereka. Benar-benar sebuah keharmonisan! Para isteri itu di sisi suami laksana bunga-bunga di taman yang selalu disirami.</p>
<p>Bukankah tidak harmonis bila yang selalu disirami tidak ’mengerti’ tuannya? Seperti juga bukan keharmonisan bila si tuan tidak menyirami tamannya? Karena taman itu disirami, maka selayaknya mawar-mawar itu memahami perbedaan ini. Hanya karena taman itu disirami maka bunga-bunga keharmonisan pun harum semerbak mewangi.</p>
<p><em>Ditulis ulang dari <strong>Majalah al-Mawaddah</strong>, Edisi 2 Tahun ke-1 1428/2007</em></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapernikahan.wordpress.com/47/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapernikahan.wordpress.com/47/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapernikahan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapernikahan.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapernikahan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapernikahan.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapernikahan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapernikahan.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapernikahan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapernikahan.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapernikahan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapernikahan.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapernikahan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapernikahan.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapernikahan.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapernikahan.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=47&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/karena-taman-itu-disirami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdb01cfa52a126902ed0a5a5264b2969?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abu shafiyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kutunggu Pinanganmu</title>
		<link>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/kutunggu-pinanganmu/</link>
		<comments>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/kutunggu-pinanganmu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 02:19:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abushofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[JELANG NIKAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapernikahan.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Kutunggu Pinanganmu Ikut merasakan kebahagiaan sekaligus memendam kepedihan, sering dirasakan Fulanah saat ia menerima undangan pernikahan teman atau kerabatnya. Sebagai gadis yang hampir menginjak kepala tiga, tentu ia juga sangat merindukan saat bisa bersanding dengan pangeran idaman. Kapan ya giliranku? Itulah sebuah pertanyaan klise yang selalu terngiang dalam benaknya. Sabar dalam Penantian Merindukan pendamping hidup [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=45&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="font-size:22pt;font-family:&quot;color:blue;">Kutunggu Pinanganmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="color:#ff6600;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Ikut merasakan kebahagiaan sekaligus memendam kepedihan, sering dirasakan Fulanah saat ia menerima undangan pernikahan teman atau kerabatnya. Sebagai gadis yang hampir menginjak kepala tiga, tentu ia juga sangat<span> </span>merindukan saat bisa bersanding dengan pangeran idaman. Kapan ya giliranku? Itulah sebuah pertanyaan klise yang selalu terngiang dalam benaknya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Sabar dalam Penantian</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Merindukan pendamping hidup adalah fitrah setiap insan. Wanita, sebagai makhluk Allah l yang cenderung ingin diayomi atau dilindungi, tentu sangat merindukan kehadiran seorang pelindung dalam hidupnya. Seorang suami yang menyayanginya, tempat ia bermanja, mau mendengar dan mengerti kegelisahannya, serta tempat ia mencurahkan cinta dan kasih sayang.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Saat-saat menanti adalah ujian bagi seorang gadis. Sebagai bunga yang sedang mekar, tak jarang dihampiri oleh<span> </span>kumbang-kumbang yang menggoda. Sayang, kebanyakan kumbang-kumbang itu sekedar ingin menggoda. Ada pula yang sekedar ingin menghisap madunya tanpa mau bertanggung jawab. <em>Na&#8217;udzubillah! </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Begitulah fakta di masa ini. Fitnah syahwat diumbar di mana-mana, sehingga banyak wanita kehilangan kehormatannya. Karena itu, setiap gadis muslimah harus pandai-pandai menjaga diri. Jangan tertipu dengan keindahan semu yang sering ditawarkan televisi lewat kontes-kontesan dan pamer aurat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Lalu, apa saja yang sebaiknya dilakukan oleh seorang gadis muslimah dalam masa penantian ini? <em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span id="more-45"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="color:blue;">- Memperbanyak amal ibadah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Seorang gadis muslimah dalam masa penantian ini hendaknya berusaha semakin mendekatkan diri kepada Allah l. Pendekatan diri kepada Allah dengan memperbanyak amal ibadah, khususnya ibadah sunnah bisa menjadi perisai diri dari berbagai godaan yang menghadang.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Memperbanyak puasa sunnah, juga bagus dilakukan, karena ibadah ini memang direkomendasikan oleh Rasulullah b untuk para pemuda yang belum menikah, agar mereka bisa menahan gejolak syahwatnya.<span> </span><span style="color:blue;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="color:blue;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="color:blue;">- Doa dan tawakkal</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Rezeki, maut dan jodoh manusia sudah diatur oleh Allah l dan Dia Maha Mengetahui yang terbaik bagi hamba-Nya. Yang bisa kita lakukan adalah berikhtiar dan berdoa, kemudian bertawakkal kepada Allah l.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Allah l berfirman, &#8220;<em>Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku akan<span> </span>mengabulkan doamu</em>.&#8221; Hanya kepada Allah kita berserah diri, dan hanya kepada-Nya kita mohon pertolongan. Jangan sungkan-sungkan untuk berdoa pada-Nya. Berdoalah agar segera dikaruniai jodoh yang salih, yang baik agamanya, dan bisa membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat. Ada baiknya jika doa tersebut dilakukan pada waktu-waktu yang mustajab, misalnya pada sepertiga malam terakhir.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Setelah banyak berdoa, maka bertawakkal dan bersabarlah. Yakinlah Allah akan memberikan yang terbaik. Bukankah Dia akan mengikuti persangkaan hamba-Nya? Karena itu jangan pernah berprasangka buruk terhadap Allah. Percayalah, pertolongan Allah pasti akan datang, dari arah yang tak terkirakan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span style="color:blue;">- Mempersiapkan diri, membekali diri dengan ilmu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Seorang gadis sejak jauh-jauh hari harus mempersiapkan dirinya agar bisa menjadi istri sekaligus ibu yang baik bagi anak-anaknya kelak. Bagaimana cara mempersiapkan diri?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em>Pertama</em>, bekali diri dengan ilmu, khususnya ilmu agama, terutama yang berkaitan dengan kerumahtanggaan. Telah banyak buku bacaan yang memuat masalah ini, hanya saja pilihlah bacaan yang sumbernya jelas dan sahih. Pahamilah apa saja hak dan kewajiban suami istri, serta pelajarilah bagaimana seorang istri harus bersikap di hadapan suaminya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em>Kedua</em>, bekali diri dengan <span> </span>ketrampilan berumah tangga. Seorang suami tentu akan senang bila istrinya terampil dan cekatan. Bisa menata rumah, membelanjakan harta dengan hemat, serta pandai<span> </span>mengolah masakan. Lebih<span> </span>baik lagi bila seorang istri memiliki ketrampilan yang produktif,<span> </span>misalnya menjahit, membuat kue, menulis, dan sebagainya sehingga bisa membantu suami mencari nafkah tanpa harus meninggalkan rumah. <span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em>Ketiga</em>, persiapkan diri menjadi istri salihah dan sebaik-baik perhiasan bagi suami. Jangan lupa untuk merawat diri agar selalu tampil cantik dan segar. Tapi ingat, kecantikan itu tidak untuk diumbar sembarangan. Persembahkan hanya untuk suami tercinta kelak.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Menawarkan Diri, Mengapa Tidak?</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Selain menanti, sebenarnya ada alternatif lain yang bisa dilakukan seorang wanita.<span> </span>Yaitu menawarkan diri pada laki-laki yang salih untuk dia nikahi. Ummul Mukminin <span style="color:red;">Khadijah</span> <span style="color:red;">ra</span> telah memberikan contoh dalam hal ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Sikap menawarkan diri menunjukkan ketinggian akhlak dan kesungguhan untuk menyucikan diri. <em>Insyaallah</em>, jika sikap menawarkan diri ini dilakukan dengan ketinggian sopan santun, tidak akan menimbulkan akibat kecuali yang maslahat. Seorang laki-laki salih yang berilmu tentu akan sangat menghormati wanita seperti ini. Ia akan menaruh hormat, setia dan<span> </span>penuh kasih sayang jika menerima tawaran wanita salihah untuk menikahi. Kalau terhalang untuk menerima tawaran, <em>insyaallah </em>pada diri laki-laki akan tumbuh rasa hormat, segan dan respek terhadapnya. Sungguh, pilihan ini sama sekali tidak akan menghinakan wanita.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Kepada Para Ikhwan</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Bagi para ikhwan, ketahuilah, sesungguhnya telah banyak akhwat yang siap. Mereka menunggu pinanganmu. Mereka menunggu keberanianmu. Tunggu apalagi jika engkau pun sudah siap menikah dan merindukan seorang istri?</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Ayolah, jangan ikhlaskan bila wanita-wanita salihah itu justru dinikahkan dengan laki-laki yang tidak baik agamanya. Ingatlah bahwa Allah l akan menolong seorang pemuda yang berniat menikah demi menyelamatkan agamanya. Karena itu, bersegeralah mencari pendamping yang bisa membantumu bertakwa kepada Allah l. <strong><em>(ummu fauzan)<br />
</em></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapernikahan.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapernikahan.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapernikahan.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapernikahan.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapernikahan.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapernikahan.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapernikahan.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapernikahan.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapernikahan.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapernikahan.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapernikahan.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapernikahan.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapernikahan.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapernikahan.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapernikahan.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapernikahan.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=45&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/kutunggu-pinanganmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdb01cfa52a126902ed0a5a5264b2969?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abu shafiyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hati-Hati Pilih Suami!</title>
		<link>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/hati-hati-pilih-suami/</link>
		<comments>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/hati-hati-pilih-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Aug 2008 02:16:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abushofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[JELANG NIKAH]]></category>
		<category><![CDATA[Nasihat Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapernikahan.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Suami bagi seorang wanita adalah pemimpin rumah tangga yang harus dicintai serta ditaati. Ketaatan seorang istri pada suaminya bisa menjadi pembuka pintu surga baginya. Karena itu, hendaknya seorang wanita berhati-hati dalam memilih calon suami. Perhatikanlah, kepada siapa engkau menyerahkan diri. Agama, Kriteria Utama Kehati-hatian dalam memilih calon suami, bukan berarti harus melalui serangkaian syarat yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=43&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suami bagi seorang wanita<span> </span>adalah pemimpin rumah tangga<span> </span>yang harus dicintai serta ditaati. Ketaatan seorang istri pada suaminya bisa menjadi pembuka pintu surga baginya. Karena itu, hendaknya seorang wanita berhati-hati dalam memilih calon suami. Perhatikanlah, kepada siapa engkau menyerahkan diri.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><span id="more-43"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Agama, Kriteria Utama</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Kehati-hatian dalam memilih calon suami, bukan berarti harus melalui serangkaian syarat yang <em>njelimet.</em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Rasulullah b bersabda yang artinya,</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><em>&#8220;Kalau ada seorang lelaki yang engkau sukai karena agama dan akhlaknya bagus melamar putrimu, maka nikahkanlah dengan putrimu itu. Kalau tidak, akan terjadi bencana besar di muka bumi ini.&#8221;</em> (Riwayat At-Tirmidzi)</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Dari<span> </span>hadits di atas jelaslah bila kualitas agama menjadi kriteria pertama dan utama untuk memilih jodoh. Sebagaimana lelaki yang diperintahkan untuk mencari istri yang baik agamanya, maka demikian pula wanita. Salah satu tolok ukur mendasar kebaikan agama seorang lelaki adalah penjagaannya terhadap salat wajib berjamaah di masjid.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Selain itu, kualitas agama juga <span> </span>mencakup kebagusan akhlak, karena sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik terhadap istrinya. Lelaki yang berakhlak mulia, akan bersikap lemah lembut dan sabar terhadap istrinya. Jika tidak suka ia tidak akan mencelanya, dan jika marah ia tidak akan menamparnya. Lelaki seperti inilah yang dapat mengantarkan istri pada kebahagiaan berumah tangga.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Apabila wali atau wanita itu hanya memperhatikan sisi harta, kedudukan dan pekerjaan calon suaminya, <span> </span>serta <span> </span>berbagai status dan ukuran-ukuran lain yang <em>njelimet </em>(misalnya <em>bibit, bebet, bobot</em>- Jawa) tetapi justru mengabaikan sisi agamanya, itu jelas kekeliruan besar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Pentingnya Kecocokan Fisik</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Setelah kualitas agama, faktor penting yang tak boleh diabaikan adalah kecocokan fisik. Sebelum menikah, hendaknya seorang wanita juga diberi kesempatan untuk menilai fisik dan penampilan calon suaminya, sebagaimana seorang lelaki dianjurkan untuk <em>nazhar</em> (melihat calon pasangan). Bila ada kecocokan, maka proses berikutnya bisa segera dilangsungkan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Orang tua tidak boleh memaksa putrinya untuk menikah dengan pria yang tidak disukainya. Jadi, wanita juga berhak menolak seorang lelaki jika ia tidak menyukainya. Adanya kecocokan secara<span> </span>fisik dan karakter, akan lebih mudah menumbuhkan cinta di hati mereka setelah menikah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Kemandirian Ekonomi</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Faktor lain yang layak dijadikan bahan pertimbnagan saat memilih calon suami adalah kemandirian ekonomi. Seorang laki-laki ketika menikah, mempunyai kewajiban untuk memberi nafkah istrinya, termasuk makan, minum, pakaian dan tempat tinggal dengan cara yang baik. Setelah menikah, orang tua tidak mempunyai kewajiban memberi nafkah terhadap anak perempuannya, karena ia sudah dalam tanggungan suami.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Karena itu, seorang laki-laki hendaknya berusaha mandiri. Apalagi ketika ia telah memiliki niat untuk menikah, bahkan telah meminang. Berusaha memenuhi kebutuhan ekonomi diri sendiri dan keluarga adalah kehormatan, sehingga lebih bisa menegakkan kepala ketika ada sesuatu yang harus disikapi. Ketergantungan secara ekonomi kepada keluarga bisa melahirkan tekanan psikis dan konflik-konflik yang pelik manakala telah menikah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Kemandirian ekonomi bisa diperoleh dengan cara bekerja. Bekerja dalam hal ini adalah melakukan apa pun yang secara halal dapat menghasilkan <em>ma&#8217;isyah </em>bagi kehidupan kita sehari-hari, tidak harus memiliki satu profesi di instansi atau perusahaan tertentu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Kematangan Emosi</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Selain kemandirian ekonomi, membangun rumah tangga baru juga memerlukan kemandirian sikap mental atau kematangan emosi. Adakalanya sebuah keluarga memiliki kemandirian ekonomi tetapi tidak punya kemandirian sikap mental. Mereka sangat bergantung secara psikis kepada orang tua, dan selalu melibatkan orang tua dalam mengambil keputusan, meskipun untuk masalah-masalah yang sederhana.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Selain itu, cara suami mempergauli istri juga memerlukan sikap mental yang matang. Bila istri salah atau khilaf, ia tidak boleh tergesa-gesa memarahi atau memukulnya, tetapi harus menasihati dengan sabar. Seorang yang memiliki kematangan emosi akan sadar bila semua butuh proses, dan proses memerlukan waktu.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Jadi, Saudariku, sebisa mungkin <span> </span>pilihlah calon suami yang selain baik agamanya juga memiliki kemandirian ekonomi dan kematangan emosi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr"><strong>Jangan Tergesa-gesa</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Untuk mengetahui apakah beberapa hal di atas dimiliki oleh seorang calon suami atau tidak, tentu harus dilakukan penelitian. Sebisa mungkin galilah informasi yang objektif tentang calon suami kepada orang yang mengenalnya atau mengerti kesehariannya. Misalnya kawan akrab calon suami atau keluarganya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Jangan tergesa-gesa melanjutkan proses bila masih banyak hal yang belum jelas tentang dirinya. Menyegerakan nikah bukan berarti tergesa-gesa. Semua perlu kejelasan dan persiapan matang. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari, hanya karena tergesa-gesa memburu sesuatu yang tampak indah. Ingat, wanita itu mudah tergoda. Karena itu, hati-hatilah menjaga hati saat proses menuju pernikahan berlangsung.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Ada baiknya bila selama proses itu Anda lebih mendekatkan diri pada-Nya, dan jangan lupa untuk salat istikharah. Bila memang si dia jodoh Anda,<em> insyaallah</em> Allah akan melancarkan segalanya.<span> </span>Bila memang belum berjodoh,<span> </span>yakinlah bahwa Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">Bagi yang sedang menanti calon suami, teruslah berdoa agar Allah menganugerahkan seorang suami yang salih. Persiapkan diri Anda menjadi istri salihah dambaan suami, yang bisa membahagiakan suami lahir dan batin. <strong><em>(Oel)</em></strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapernikahan.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapernikahan.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapernikahan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapernikahan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapernikahan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapernikahan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapernikahan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapernikahan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapernikahan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapernikahan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapernikahan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapernikahan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapernikahan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapernikahan.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapernikahan.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapernikahan.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=43&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/23/hati-hati-pilih-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdb01cfa52a126902ed0a5a5264b2969?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abu shafiyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ISTRI SHALIHAH DAN SIFAT-SIFATNYA</title>
		<link>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/16/istri-shalihah-dan-sifat-sifatnya/</link>
		<comments>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/16/istri-shalihah-dan-sifat-sifatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 04:27:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abushofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[JELANG NIKAH]]></category>
		<category><![CDATA[SETELAH NIKAH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapernikahan.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:‎ ‎ ‎ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ ‎ ‎ ‎“Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada ‎dikarenakan Allah telah memelihara mereka.” (An-Nisa: 34)‎ ‎ Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat ‎kepada Allah dan kepada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=40&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:‎<br />
‎<br />
‎<br />
فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ<br />
‎<br />
‎<br />
<em>‎“Wanita (istri) shalihah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada ‎dikarenakan Allah telah memelihara mereka.</em>” (An-Nisa: 34)‎<br />
‎<br />
Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan di antara sifat wanita shalihah adalah taat ‎kepada Allah dan kepada suaminya dalam perkara yang ma‘ruf6 lagi memelihara dirinya ‎ketika suaminya tidak berada di sampingnya.<br />
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa‘di rahimahullah berkata: “Tugas seorang ‎istri adalah menunaikan ketaatan kepada Rabbnya dan taat kepada suaminya, karena ‎itulah Allah berfirman: “Wanita shalihah adalah yang taat,” yakni taat kepada Allah ‎Subhanahu wa Ta’ala, “Lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada.” Yakni taat ‎kepada suami mereka bahkan ketika suaminya tidak ada (sedang bepergian, pen.), dia ‎menjaga suaminya dengan menjaga dirinya dan harta suaminya.” (Taisir Al-Karimir ‎Rahman, hal.177)<br />
Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadapi permasalahan dengan istri-‎istrinya sampai beliau bersumpah tidak akan mencampuri mereka selama sebulan, Allah ‎Subhanahu wa Ta’ala menyatakan kepada Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam:<br />
‎<br />
عَسَى رَبُّهُ إِنْ طَلَّقَكُنَّ أَنْ يُبْدِلَهُ أَزْوَاجًا خَيْرًا‎ ‎مِنْكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تآئِبَاتٍ عَابِدَاتٍ‎ ‎سآئِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَارًا‎<br />
‎<br />
‎“Jika sampai Nabi menceraikan kalian,7 mudah-mudahan Tuhannya akan memberi ganti ‎kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian, muslimat, mukminat, ‎qanitat, taibat, ‘abidat, saihat dari kalangan janda ataupun gadis.” (At-Tahrim: 5)<br />
Dalam ayat yang mulia di atas disebutkan beberapa sifat istri yang shalihah yaitu:</p>
<p><span id="more-40"></span><br />
a. <strong>Muslimat</strong>: wanita-wanita yang ikhlas (kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala), tunduk ‎kepada perintah Allah ta‘ala dan perintah Rasul-Nya.<br />
b. <strong>Mukminat</strong>: wanita-wanita yang membenarkan perintah dan larangan Allah Subhanahu ‎wa Ta’ala<br />
c. <strong>Qanitat</strong>: wanita-wanita yang taat<br />
d. <strong>Taibat</strong>: wanita-wanita yang selalu bertaubat dari dosa-dosa mereka, selalu kembali ‎kepada perintah (perkara yang ditetapkan) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ‎walaupun harus meninggalkan apa yang disenangi oleh hawa nafsu mereka.<br />
e.<strong> ‘Abidat</strong>: wanita-wanita yang banyak melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa ‎Ta’ala (dengan mentauhidkannya karena semua yang dimaksud dengan ibadah kepada ‎Allah Subhanahu wa Ta’ala di dalam Al-Qur’an adalah tauhid, kata Ibnu Abbas ‎radhiallahu ‘anhuma).<br />
f. <strong>Saihat</strong>: wanita-wanita yang berpuasa. (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126-127, Tafsir ‎Ibnu Katsir, 8/132)<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan:<br />
‎<br />
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ‎ ‎فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا، قِيْلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ‎ ‎مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ ‏الْجَنَّةِ شِئْتِ‎<br />
‎<br />
‎“Apabila seorang wanita shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga ‎kemaluannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya: Masuklah engkau ‎ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR. Ahmad 1/191, ‎dishahihkan Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Shahihul Jami’ no. 660, 661)<br />
Dari dalil-dalil yang telah disebutkan di atas, dapatlah kita simpulkan bahwa sifat istri ‎yang shalihah adalah sebagai berikut:<br />
‎1. Mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mempersembahkan ibadah hanya ‎kepada-Nya tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatupun.<br />
‎2. Tunduk kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, terus menerus dalam ketaatan ‎kepada-Nya dengan banyak melakukan ibadah seperti shalat, puasa, bersedekah, dan ‎selainnya. Membenarkan segala perintah dan larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.<br />
‎3. Menjauhi segala perkara yang dilarang dan menjauhi sifat-sifat yang rendah.<br />
‎4. Selalu kembali kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan bertaubat kepada-Nya sehingga ‎lisannya senantiasa dipenuhi istighfar dan dzikir kepada-Nya. Sebaliknya ia jauh dari ‎perkataan yang laghwi, tidak bermanfaat dan membawa dosa seperti dusta, ghibah, ‎namimah, dan lainnya.<br />
‎5. Menaati suami dalam perkara kebaikan bukan dalam bermaksiat kepada Allah ‎Subhanahu wa Ta’ala dan melaksanakan hak-hak suami sebaik-baiknya.<br />
‎6. Menjaga dirinya ketika suami tidak berada di sisinya. Ia menjaga kehormatannya dari ‎tangan yang hendak menyentuh, dari mata yang hendak melihat, atau dari telinga yang ‎hendak mendengar. Demikian juga menjaga anak-anak, rumah, dan harta suaminya.<br />
Sifat istri shalihah lainnya bisa kita rinci berikut ini berdasarkan dalil-dalil yang ‎disebutkan setelahnya:<br />
‎1. Penuh kasih sayang, selalu kembali kepada suaminya dan mencari maafnya.<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :<br />
‎<br />
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِنِسَائِكُمْ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ؟ اَلْوَدُوْدُ‎ ‎الْوَلُوْدُ الْعَؤُوْدُ عَلَى زَوْجِهَا، الَّتِى إِذَا غَضِبَ جَاءَتْ‎ ‎حَتَّى تَضَعَ يَدَهَا فِي يَدِ ‏زَوْجِهَا، وَتَقُوْلُ: لاَ أَذُوقُ‎ ‎غَضْمًا حَتَّى تَرْضَى‎<br />
‎<br />
‎“Maukah aku beritahukan kepada kalian, istri-istri kalian yang menjadi penghuni surga ‎yaitu istri yang penuh kasih sayang, banyak anak, selalu kembali kepada suaminya. Di ‎mana jika suaminya marah, dia mendatangi suaminya dan meletakkan tangannya pada ‎tangan suaminya seraya berkata: “Aku tak dapat tidur sebelum engkau ridha.” (HR. An-‎Nasai dalam Isyratun Nisa no. 257. Silsilah Al-Ahadits Ash Shahihah, Asy-Syaikh Al ‎Albani rahimahullah, no. 287)<br />
‎2. Melayani suaminya (berkhidmat kepada suami) seperti menyiapkan makan minumnya, ‎tempat tidur, pakaian, dan yang semacamnya.<br />
‎3. Menjaga rahasia-rahasia suami, lebih-lebih yang berkenaan dengan hubungan intim ‎antara dia dan suaminya. Asma’ bintu Yazid radhiallahu ‘anha menceritakan dia pernah ‎berada di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika itu kaum lelaki dan wanita ‎sedang duduk. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: “Barangkali ada seorang ‎suami yang menceritakan apa yang diperbuatnya dengan istrinya (saat berhubungan ‎intim), dan barangkali ada seorang istri yang mengabarkan apa yang diperbuatnya ‎bersama suaminya?” Maka mereka semua diam tidak ada yang menjawab. Aku (Asma) ‎pun menjawab: “Demi Allah! Wahai Rasulullah, sesungguhnya mereka (para istri) benar-‎benar melakukannya, demikian pula mereka (para suami).” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa ‎sallam bersabda:<br />
‎<br />
فَلاَ تَفْعَلُوا، فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِثْلُ الشَّيْطَانِ لَقِيَ شَيْطَانَةً فِي طَرِيْقٍ فَغَشِيَهَا وَالنَّاسُ يَنْظُرُوْنَ‎<br />
‎<br />
‎“Jangan lagi kalian lakukan, karena yang demikian itu seperti syaithan jantan yang ‎bertemu dengan syaitan betina di jalan, kemudian digaulinya sementara manusia ‎menontonnya.” (HR. Ahmad 6/456, Asy-Syaikh Al Albani rahimahullah dalam Adabuz ‎Zafaf (hal. 63) menyatakan ada syawahid (pendukung) yang menjadikan hadits ini shahih ‎atau paling sedikit hasan)<br />
‎4. Selalu berpenampilan yang bagus dan menarik di hadapan suaminya sehingga bila ‎suaminya memandang akan menyenangkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ‎bersabda:<br />
‎<br />
أَلاَ أُخْبِرَكَ بِخَيْرِ مَا يَكْنِزُ الْمَرْءُ، اَلْمَرْأَةُ‎ ‎الصَّالِحَةُ، إِذَا نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهَ وَإِذَا أَمَرَهَا‎ ‎أَطَاعَتْهَ وَإِذَا غَابَ عَنْهَا حَفِظَتْهَ‎<br />
‎<br />
‎“Maukah aku beritakan kepadamu tentang sebaik-baik perbendaharaan seorang lelaki, ‎yaitu istri shalihah yang bila dipandang akan menyenangkannya, bila diperintah akan ‎mentaatinya dan bila ia pergi si istri ini akan menjaga dirinya”. (HR. Abu Dawud no. ‎‎1417. Asy-Syaikh Muqbil rahimahullah berkata dalam Al-Jami’ush Shahih 3/57: “Hadits ‎ini shahih di atas syarat Muslim.”)<br />
‎5. Ketika suaminya sedang berada di rumah (tidak bepergian/ safar), ia tidak ‎menyibukkan dirinya dengan melakukan ibadah sunnah yang dapat menghalangi ‎suaminya untuk istimta‘ (bernikmat-nikmat) dengannya seperti puasa, terkecuali bila ‎suaminya mengizinkan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
‎<br />
لاَ يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلاَّ بِإِذْنِهِ‎<br />
‎<br />
‎“Tidak halal bagi seorang istri berpuasa (sunnah) sementara suaminya ada (tidak sedang ‎bepergian) kecuali dengan izinnya”. (HR. Al-Bukhari no. 5195 dan Muslim no. 1026)<br />
‎6. Pandai mensyukuri pemberian dan kebaikan suami, tidak melupakan kebaikannya, ‎karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda: “Diperlihatkan neraka ‎kepadaku, ternyata aku dapati kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita yang kufur.” ‎Ada yang bertanya kepada beliau: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau ‎menjawab: “Mereka mengkufuri suami dan mengkufuri (tidak mensyukuri) kebaikannya. ‎Seandainya salah seorang dari kalian berbuat baik kepada seorang di antara mereka (istri) ‎setahun penuh, kemudian dia melihat darimu sesuatu (yang tidak berkenan baginya) ‎niscaya dia berkata: “Aku tidak pernah melihat darimu kebaikan sama sekali.” (HR. Al-‎Bukhari no. 29 dan Muslim no. 907)<br />
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda:<br />
‎<br />
لاَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكُرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ‎<br />
‎<br />
‎“Allah tidak akan melihat kepada seorang istri yang tidak bersyukur kepada suaminya ‎padahal dia membutuhkannya.” (HR. An-Nasai dalam Isyratun Nisa. Silsilah Al-Ahadits ‎Ash-Shahihah no. 289)<br />
‎7. Bersegera memenuhi ajakan suami untuk memenuhi hasratnya, tidak menolaknya ‎tanpa alasan yang syar‘i, dan tidak menjauhi tempat tidur suaminya, karena ia tahu dan ‎takut terhadap berita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:<br />
‎<br />
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى‎ ‎فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذِي فِي السَّمَاءِ‎ ‎سَاخِطًا عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى ‏عَنْهَا‎<br />
‎<br />
‎“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah seorang suami memanggil ‎istrinya ke tempat tidurnya lalu si istri menolak (enggan) melainkan yang di langit murka ‎terhadapnya hingga sang suami ridha padanya.” (HR. Muslim no.1436)<br />
‎<br />
إِذَا بَاتَتِ الْمَرْأَةُ مُهَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجِهَا لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تَرْجِعَ‎<br />
‎<br />
‎“Apabila seorang istri bermalam dalam keadaan meninggalkan tempat tidur suaminya, ‎niscaya para malaikat melaknatnya sampai ia kembali (ke suaminya).” (HR. Al-Bukhari ‎no. 5194 dan Muslim no. 1436)<br />
Demikian yang dapat kami sebutkan dari keutamaan dan sifat-sifat istri shalihah, mudah-‎mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi taufik kepada kita agar dapat menjadi ‎wanita yang shalihah, amin.<br />
‎<br />
‎1 Atau ia belajar agama namun tidak mengamalkannya<br />
‎2 Tempat untuk bersenang-senang (Syarah Sunan An-Nasai oleh Al-Imam As-Sindi ‎rahimahullah, 6/69)<br />
‎3 Karena keindahan dan kecantikannya secara dzahir atau karena bagusnya akhlaknya ‎secara batin atau karena dia senantiasa menyibukkan dirinya untuk taat dan bertakwa ‎kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala (Ta‘liq Sunan Ibnu Majah, Muhammad Fuad Abdul ‎Baqi, Kitabun Nikah, bab Afdhalun Nisa, 1/596, ‘Aunul Ma‘bud, 5/56)<br />
‎4 Dengan perkara syar‘i atau perkara biasa (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)<br />
‎5 Mengerjakan apa yang diperintahkan dan melayaninya (‘Aunul Ma‘bud, 5/56)<br />
‎6 Bukan dalam bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, karena tidak ada ketaatan ‎kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Al-Khaliq.<br />
‎7 Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui bahwasanya Nabi-Nya tidak akan ‎menceraikan istri-istrinya (ummahatul mukminin), akan tetapi Allah Subhanahu wa ‎Ta’ala mengabarkan kepada ummahatul mukminin tentang kekuasaan-Nya, bila sampai ‎Nabi menceraikan mereka, Dia akan menggantikan untuk beliau istri-istri yang lebih baik ‎daripada mereka dalam rangka menakuti-nakuti mereka. Ini merupakan pengabaran ‎tentang qudrah Allah Subhanahu wa Ta’ala dan ancaman untuk menakut-nakuti , bukan ‎berarti ada orang yang lebih baik daripadaistri-istri Nabi shahabat Nabi Shallallahu ‎‎’alaihi wa sallam (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/126) dan bukan berarti istri-istri beliau ‎tidak baik bahkan mereka adalah sebaik-baik wanita. Al-Qurthubi rahimahullah berkata: ‎‎“Permasalahan ini dibawa kepada pendapat yang mengatakan bahwa penggantian istri ‎dalam ayat ini merupakan janji dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk Nabi-Nya ‎Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seandainya beliau menceraikan mereka di dunia Allah ‎Subhanahu wa Ta’ala akan menikahkan beliau di akhirat dengan wanita-wanita yang ‎lebih baik daripada mereka.” (Al-Jami‘ li Ahkamil Qur’an, 18/127)</p>
<p>Wallahu ta’ala a’lam</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapernikahan.wordpress.com/40/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapernikahan.wordpress.com/40/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapernikahan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapernikahan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapernikahan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapernikahan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapernikahan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapernikahan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapernikahan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapernikahan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapernikahan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapernikahan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapernikahan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapernikahan.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapernikahan.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapernikahan.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=40&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/16/istri-shalihah-dan-sifat-sifatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdb01cfa52a126902ed0a5a5264b2969?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abu shafiyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENJADI SUAMI YANG DISUKAI ISTRI</title>
		<link>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/16/menjadi-suami-yang-disukai-istri/</link>
		<comments>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/16/menjadi-suami-yang-disukai-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Aug 2008 04:25:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abushofi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasihat Pernikahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapernikahan.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Kalau bukan karena kepatuhan kita pada ajaran Islam, memang sulit bagi kita mengakui otoritas siapapun selain kita. Karena dasarnya manusia itu selalu mau menang sendiri. Kalau kebetulan kita seorang isteri, payahlah kita mengakui otoritas seorang suami. Segala yang menjadi haknya yang kita anggap enak, tentu akan senang kita akui. Saat menjadi suamipun, kita masih ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=38&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="snap_preview">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:20pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Kalau bukan karena kepatuhan kita pada ajaran Islam, memang sulit bagi kita mengakui otoritas siapapun selain kita. Karena dasarnya manusia itu selalu mau menang sendiri. Kalau kebetulan kita seorang isteri, payahlah kita mengakui otoritas seorang suami. Segala yang menjadi haknya yang kita anggap enak, tentu akan senang kita akui. Saat menjadi suamipun, kita masih ingin mencaplok hak-hak isteri bahkan hak-hak anak kita. Karena di jaman resesi ini, segala hal mengalami erosi mencengangkan, termasuk kepercayaan.<span> </span>Siapapun yang ada di depan kita, layak untuk tidak dipercayai. Itulah sebabnya, hari ini kita begitu menggebu-gebu memilih seorang pemimpin, namun akhirnya hanya untuk kita paksa turun dari kekuasaannya.<span> </span>Suami termasuk manusia yang memiliki kedudukan tergugat di posisinya. Gaung emansipasi terlalu ganas untuk sekadar diberi peringatan agar berhenti mengudara sejenak saja. Padahal ia lah biang keladi jadi terjadinya krisis kepercayaan terhadap pemimpin pertama kehidupan masyarakat kita, dalam sebuah keluarga, yaitu suami.<span> </span>Krisis itu makin diperparah, dengan makin banyaknya suami yang tak lagi mampu mengendalikan rumah tangga.<span> </span>Lalu kenapa itu bisa terjadi? Pertama, karena kegagalan mereka membangun kepribadian yang sehat, berbudi pekerti luhur dan konsisten terhadap panduan-panduan syariat. Kedua, karena ketidakberhasilan mereka menanamkan nilai-nilai kebajikan pada keluarga, dari soal-soal yang kecil, hingga yang terbesar. Dari persoalan keyakinan, hingga hal-hal praktis keseharian. Semua ini akan bisa diperjelas dalam lembaran-lembaran berikut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:20pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span id="more-38"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:20pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:20pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Di sini, saya hanya ingin menegaskan, bahwa saat seorang suami gagal membentuk kepribadiannya sendiri agar menyatu dengan keluhuran ajaran syariat, lalu karena itu pula ia kembali gagal menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam keluarga,<span> </span>saat itu pula ia akan gagal total meraih cinta yang tulus dari isteri dan anak-anaknya. Ok, mungkin sebagian kita akan sedikit bertanya,<span> </span>‘Bukankah banyak suami yang dicintai isterinya, dan disukai oleh anak-anaknya, sementara ia bukanlah orang yang patuh pada ajaran syariat?’<span> </span>Seyogyanya saya jawab dengan, ya. Tapi terpaksa saya harus menjawab, ‘tidak.’<span> </span>Karena semua itu akan kembali kepada kontraversi dalam pemaknaan cinta dan kasih sayang.<span> </span>Untuk hal ini, saya cuma akan menegaskan satu hal: cinta yang tulus hanyalah cinta yang dibangun di atas nilai-nilai kebenaran, yang berujung pada kepatuhan mutlak terhadap syariat Yang Maha Kuasa. Karena cinta kasih itu membutuhkan pelabuhan, dan tidak ada pelabuhan yang lebih aman dan lebih menjamin segala-galanya selain pelabuhan syariat Yang Maha Pengasih.<span> </span>Saya akan jelaskan begini.<span> </span>Seorang suami mencintai isterinya, dan si isteri juga mencintainya. Untuk apa mereka saling mencintai? Ke mana cinta mereka akan berakhir? ‘Cinta, ya cinta, titik!’ Bila itu jawabannya, maka itu adalah cinta palsu. Karena bagaimana mungkin cinta sejati tak dapat diungkapkan dasar dan tujuannya? Tapi kalau seseorang berani mengatakan, ‘Saya dan isteri saya, saling mencintai karena Allah. Kami saling mencintai, agar dapat berjumpa dengan Allah di Surga kelak, dan dapat berkumpul bersama sebagai suami isteri di kehidupan abadi,’ itulah cinta yang tulus. Karena ia memiliki dasar yang jelas. Meminjam pepatah minangkabau –tapi untuk makna yang lain–, ‘tak lapuk terkena hujan, tak lekang terkena panas, ‘ begitulah sosok cinta sejati.<span> </span>Cinta itu tak terhentikan, bahkan oleh kematian sekalipun. Ia menembus batas kehidupan ini, menyeberang ke kehidupan abadi.<span> </span>Dan cinta itu hanya dapat diperoleh, melalui perjuangan dalam menerapkan ajaran Allah.<span> </span>Seorang suami baru bisa memperolehnya, bila ia berhasil membimbing anak dan isterinya menuju jalan kebenaran sesungguhnya.<span> </span>Maka layaklah ia menjadi suami yang dicintai, disukai dan dikasihi oleh isteri, dan juga oleh anak-anaknya. Cinta, dalam makna yang sesungguhnya pula. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;line-height:20pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN">Maka dalam mengulas persoalan inipun, saya tidak mau terjebak dalam sudut pandang etika yang tidak mengacu pada standar kebenaran mutlak. Saya sama sekali tidak setuju, bahwa seorang suami akan bisa meraih cinta isterinya –bila itu adalah cinta sejati–,<span> </span>hanya dengan menjalankan sebagian dari nilai-nilai kebenaran yang wajib dimiliki seorang suami dalam Islam,<span> </span>sambil mengabaikan nilai-nilai lain. Karena betapa tak sedikit isteri yang terlihat begitu mencintai suaminya, hanya karena kekayaan yang dia miliki. Isteri semacam ini akan rentan perubahan dalam cintanya,<span> </span>ketika harus berhadapan dengan kesulitan materi.<span> </span>Ia bisa terlihat begitu patuh, begitu manja, begitu menyanjung-nyanjung suaminya, hanya karena si suami<span> </span>mampu memenuhi segala permintaan duniawinya. Bagaimana kiranya seandainya si suami jatuh miskin? Atau, kalaupun tidak miskin, tapi tak lagi mampu memenuhi segala tuntutan materinya, kecuali sebatas kemampuannya yang jauh menurun? Begitu pula seorang suami yang mampu menaklukkan hati isterinya, dengan ketampanannya, kegagahannya, atau kemampuan<span> </span><em>dahsyat</em>nya di atas ranjang.<span> </span>Bagaimana kiranya sikap sang isteri, bila ia tiba-tiba berubah <em>loyo, </em>atau mulai menua dan berkurang ketampanannya, atau bahkan mengalami kecelakaan dan cacat permanen? Semuanya pasti dapat ditebak. Persoalannya, semua media itu tetaplah media yang sesungguhnya bebas nilai. Ia bisa menjadi bagian dari keberhasilan seorang suami menaklukkan hati isteri, bisa juga sebaliknya, atau bisa juga hanya mampu membuat isteri terpesona dalam masa yang sangat terbatas saja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:20pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Kemudian,<span> </span>ada sebuah catatan.<span> </span>Saya tidak akan meletakkan kiat paling diperlukan untuk menjadi suami idaman,<span> </span>pada urutan pertama.<span> </span>Karena dalam sebuah pembahasan kompleks, tak setiap hal terpenting harus didahulukan penyebutannya. Karena itu logika yang keliru dan perlu disingkirkan. Islam tak mengakui logika seperti itu. Dalam arti, suatu saat bisa saja cara itu dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu, dan bisa saja tidak dilakukan, juga dengan pertimbangan-pertimbangan lain. Contohnya, ketika dalam Al-Quran, setelah menyebutkan pembagian hak waris terhadap <em>ashhaabul furuudh, </em>Allah menyebutkan, ‘..semua itu dilakukan setelah ditunaikannya hak wasiat dan hutang…’ Kenapa Allah menyebutkan wasiat terlebih dahulu, padahal dalam ajaran syariat yang Allah buat sendiiri, Allah sudah menetapkan bahwa hutang harus lebih didahulukan. Ternyata Allah punya hikmah lain di balik itu.<span> </span>Wasiat disebutkan terlebih dahulu, karena banyak orang yang mengabaikannya. Sementara hutang, kalaupun tidak dibayarkan,<span> </span>kebanyakan orang yang dihutangi akan menuntut haknya kepada para ahli waris. Sedangkan wasiat, bila tidak didahulukan pembagiannya, kebanyakan justru dilupakan. Apalagi wasiat itu diberikan kepada orang yang sama sekali tak punya hubungan darah dengan si mayit, atau bahkan sekadar untuk keperluan sosial, dan apalagi bila para Ahli Waris sudah <em>kebelet</em> ingin menikmati warisan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:20pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Jadi, terkadang prioritas bisa saja diletakkan bukan di bagian pertama, karena berbagai pertimbangan. Ada kalanya karena ada hal lain yang tidak sepenting itu, namun sering diabaikan, seperti kasus ayat di atas. Ada kalanya, untuk mengikuti alur pembahasan agar lebih runut.<span> </span>Dan bisa jadi juga karena mengikuti <em>urut kacang, </em>mana yang lebih dahulu mudah terlihat, itu yang dibahas. Semua itu ada seninya sendiri-sendiri. Dan Islam amat mengapresiasi metoda seperti itu,<span> </span>asalkan dengan tujuan agar pembahasan lebih mudah dicerna, dan lebih mudah dinikmati.<span> </span>Terbukti, bahwa ayat-ayat dan surat dalam Al-Quran juga tidak disusun sesuai dengan urutan kronologis saat diturunkan.<span> </span>Imam Al-Bukhari menyusun kitab hadits dan memulainya dengan menyebutkan hadits tentang tentang niat, lalu tentang turunnya wahyu. Sementara Imam Muslim tidak demikian, dan banyak Ahli Hadits menyusunnya mengikuti pelajaran fiqih yang dimulai dari bab <em>thahaarah </em>atau bersuci, tapi Imam Malik memilih memulai kitab Al-Muwatha dengan menyebutkan riwayat-riwayat tentang waktu shalat. Masing-masing punya alasan, dan tidak setiap yang disebutkan terlebih dahulu, berarti merupakan prioritas dalam segalanya.<span> </span>Ini perlu saya tegaskan, karena ada salah satu dari risalah yang mendapatkan gugatan seputar itu.<span> </span>Dalam risalah tersebut, saya menyebutkan beberapa kiat bagaimana orang bisa menjadi kaya dengan cepat. Seseorang yang membaca naskah itu bertanya, ‘Kenapa tidak dimulai dengan bertakwa kepada Allah? Atau dengan ilmu? Bukankah para ulama As-Salaf, biasa menyebutkan urutan berdasarkan prioritas?’ Jawabannya jelas, seperti saya tegaskan di atas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:20pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;"><span style="font-size:11pt;" lang="IN"><span> </span>Sebagai contoh,<span> </span>bisa dianalogikan dengan apabila saya bertanya kepada Anda. ‘Bagaimana cara Anda makan?’ sebagian Anda bisa saja menjawab, ‘Ambil makanan dengan sendok dengan tangan kanan, di arahkan ke mulut, dikunyah dan ditelan, ‘ karena bagi Anda makan itu adalah proses memasukkan makanan kedalam perut.<span> </span>Itupun akan disanggah oleh orang yang terbiasa akan tanpa sendok. Sebagian Anda mungkin menjawab, ‘Duduk dahulu dengan tenang,<span> </span>baru dekati makanan, baru dimakan,’ karena baginya memulai makan adalah dari proses sebelum menyantapnya. Sebagian lagi mungkin menjawab, ‘Dengan bekerja keras,’ karena ia memahami bahwa yang dimaksud bagaimana cara Anda makan, yaitu bagaimana cara Anda bisa makan.<span> </span>Bahkan ada pula yang menjawab singkat, ‘Dengan duduk di atas tikar, di atas bangku atau di atas lantai,’ karena ia menganggap yang dimaksud adalah cara Anda saat menyantap makanan.<span> </span>Ini sekadar untuk menegaskan bahwa berbagai catatan di bawah, tidak saya tulis berdasarkan prioritas pada nilai urgensinya, tapi karena berbagai pertimbangan lain. Salah satu dari yang terpenting adalah agar perhatian pembaca tidak tervokus pada lembaran-lembaran pertama buku ini saja. Bila hal-hal terpenting yang dibahas sudah disebutkan sesuai dengan prioritas tingkat urgensinya, maka semakin ke belakang pembaca akan semakin menyadari bahwa hal-hal yang dibahas semakin menurun tingkat urgensinya, semakin kurang penting dan kurang diperlukan, sehingga minat meneruskan bacaan bisa jadi akan semakin menurun pula.Wallahu a’lam<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:20pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:20pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;">kutipan dari makalah ustadz abu umar basyier dalam salah satu buku beliau. semoga bermanfaat, amien.</p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapernikahan.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapernikahan.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapernikahan.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapernikahan.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapernikahan.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapernikahan.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapernikahan.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapernikahan.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapernikahan.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapernikahan.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapernikahan.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapernikahan.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapernikahan.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapernikahan.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapernikahan.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapernikahan.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapernikahan.wordpress.com&amp;blog=4258680&amp;post=38&amp;subd=duniapernikahan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapernikahan.wordpress.com/2008/08/16/menjadi-suami-yang-disukai-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/cdb01cfa52a126902ed0a5a5264b2969?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">abu shafiyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
