Hati-Hati Pilih Suami!

Posted on Agustus 23, 2008. Filed under: JELANG NIKAH, Nasihat Pernikahan |

Suami bagi seorang wanita adalah pemimpin rumah tangga yang harus dicintai serta ditaati. Ketaatan seorang istri pada suaminya bisa menjadi pembuka pintu surga baginya. Karena itu, hendaknya seorang wanita berhati-hati dalam memilih calon suami. Perhatikanlah, kepada siapa engkau menyerahkan diri.

Agama, Kriteria Utama

Kehati-hatian dalam memilih calon suami, bukan berarti harus melalui serangkaian syarat yang njelimet.

Rasulullah b bersabda yang artinya,

“Kalau ada seorang lelaki yang engkau sukai karena agama dan akhlaknya bagus melamar putrimu, maka nikahkanlah dengan putrimu itu. Kalau tidak, akan terjadi bencana besar di muka bumi ini.” (Riwayat At-Tirmidzi)

Dari hadits di atas jelaslah bila kualitas agama menjadi kriteria pertama dan utama untuk memilih jodoh. Sebagaimana lelaki yang diperintahkan untuk mencari istri yang baik agamanya, maka demikian pula wanita. Salah satu tolok ukur mendasar kebaikan agama seorang lelaki adalah penjagaannya terhadap salat wajib berjamaah di masjid.

Selain itu, kualitas agama juga mencakup kebagusan akhlak, karena sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik terhadap istrinya. Lelaki yang berakhlak mulia, akan bersikap lemah lembut dan sabar terhadap istrinya. Jika tidak suka ia tidak akan mencelanya, dan jika marah ia tidak akan menamparnya. Lelaki seperti inilah yang dapat mengantarkan istri pada kebahagiaan berumah tangga.

Apabila wali atau wanita itu hanya memperhatikan sisi harta, kedudukan dan pekerjaan calon suaminya, serta berbagai status dan ukuran-ukuran lain yang njelimet (misalnya bibit, bebet, bobot– Jawa) tetapi justru mengabaikan sisi agamanya, itu jelas kekeliruan besar.

Pentingnya Kecocokan Fisik

Setelah kualitas agama, faktor penting yang tak boleh diabaikan adalah kecocokan fisik. Sebelum menikah, hendaknya seorang wanita juga diberi kesempatan untuk menilai fisik dan penampilan calon suaminya, sebagaimana seorang lelaki dianjurkan untuk nazhar (melihat calon pasangan). Bila ada kecocokan, maka proses berikutnya bisa segera dilangsungkan.

Orang tua tidak boleh memaksa putrinya untuk menikah dengan pria yang tidak disukainya. Jadi, wanita juga berhak menolak seorang lelaki jika ia tidak menyukainya. Adanya kecocokan secara fisik dan karakter, akan lebih mudah menumbuhkan cinta di hati mereka setelah menikah.

Kemandirian Ekonomi

Faktor lain yang layak dijadikan bahan pertimbnagan saat memilih calon suami adalah kemandirian ekonomi. Seorang laki-laki ketika menikah, mempunyai kewajiban untuk memberi nafkah istrinya, termasuk makan, minum, pakaian dan tempat tinggal dengan cara yang baik. Setelah menikah, orang tua tidak mempunyai kewajiban memberi nafkah terhadap anak perempuannya, karena ia sudah dalam tanggungan suami.

Karena itu, seorang laki-laki hendaknya berusaha mandiri. Apalagi ketika ia telah memiliki niat untuk menikah, bahkan telah meminang. Berusaha memenuhi kebutuhan ekonomi diri sendiri dan keluarga adalah kehormatan, sehingga lebih bisa menegakkan kepala ketika ada sesuatu yang harus disikapi. Ketergantungan secara ekonomi kepada keluarga bisa melahirkan tekanan psikis dan konflik-konflik yang pelik manakala telah menikah.

Kemandirian ekonomi bisa diperoleh dengan cara bekerja. Bekerja dalam hal ini adalah melakukan apa pun yang secara halal dapat menghasilkan ma’isyah bagi kehidupan kita sehari-hari, tidak harus memiliki satu profesi di instansi atau perusahaan tertentu.

Kematangan Emosi

Selain kemandirian ekonomi, membangun rumah tangga baru juga memerlukan kemandirian sikap mental atau kematangan emosi. Adakalanya sebuah keluarga memiliki kemandirian ekonomi tetapi tidak punya kemandirian sikap mental. Mereka sangat bergantung secara psikis kepada orang tua, dan selalu melibatkan orang tua dalam mengambil keputusan, meskipun untuk masalah-masalah yang sederhana.

Selain itu, cara suami mempergauli istri juga memerlukan sikap mental yang matang. Bila istri salah atau khilaf, ia tidak boleh tergesa-gesa memarahi atau memukulnya, tetapi harus menasihati dengan sabar. Seorang yang memiliki kematangan emosi akan sadar bila semua butuh proses, dan proses memerlukan waktu.

Jadi, Saudariku, sebisa mungkin pilihlah calon suami yang selain baik agamanya juga memiliki kemandirian ekonomi dan kematangan emosi.

Jangan Tergesa-gesa

Untuk mengetahui apakah beberapa hal di atas dimiliki oleh seorang calon suami atau tidak, tentu harus dilakukan penelitian. Sebisa mungkin galilah informasi yang objektif tentang calon suami kepada orang yang mengenalnya atau mengerti kesehariannya. Misalnya kawan akrab calon suami atau keluarganya.

Jangan tergesa-gesa melanjutkan proses bila masih banyak hal yang belum jelas tentang dirinya. Menyegerakan nikah bukan berarti tergesa-gesa. Semua perlu kejelasan dan persiapan matang. Jangan sampai Anda menyesal di kemudian hari, hanya karena tergesa-gesa memburu sesuatu yang tampak indah. Ingat, wanita itu mudah tergoda. Karena itu, hati-hatilah menjaga hati saat proses menuju pernikahan berlangsung.

Ada baiknya bila selama proses itu Anda lebih mendekatkan diri pada-Nya, dan jangan lupa untuk salat istikharah. Bila memang si dia jodoh Anda, insyaallah Allah akan melancarkan segalanya. Bila memang belum berjodoh, yakinlah bahwa Allah akan mengganti dengan yang lebih baik.

Bagi yang sedang menanti calon suami, teruslah berdoa agar Allah menganugerahkan seorang suami yang salih. Persiapkan diri Anda menjadi istri salihah dambaan suami, yang bisa membahagiakan suami lahir dan batin. (Oel)

Make a Comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

4 Tanggapan to “Hati-Hati Pilih Suami!”

RSS Feed for Menuju Rumah Tangga Bahagia Comments RSS Feed

copy artikelnya ya…jzk

iya silahkan, waiyyaki

setelah baca ini aq inget seseorang yaitu sahabat aq,,semua kriteria diatas ada pada dirinya.ingin sekali dia jadi jodoh aq..tuhan jika dia jodoh aq dekatkanlah.aminn

wah kena virus merah jambu nich

pernikahan membutuhkan kepedulian semua pihak,pernikahan dpat terwujud apabila adanya kesadaran kaum muslimin yg menganggap pernikahan sebagai bagian dari dakwah
untuk memperkokoh existensi muslim d dunia

Makasih infonya. Lalu bagaimana jika yg sudah memiliki suami tp semua bertolak belakang dr semua paparan diatas bahasa kasarnya telah salah memilih suami, lalu bagaimana solusinya utk memperbaikinya yg sm dgn paparan diatas hanya agamanya aja islam.


Where's The Comment Form?

  • Tentang Situs

    Situs ini diperuntukkan bagi Anda yang membutuhkan informasi tentang pernikahan dan pembinaan rumah tangga bahagia. artikel yang ada di situs ini adalah kumpulan dari berbagai situs. situs ini insyaallah cocok untuk Anda yang ingin menikah dan telah menikah. Semoga kehadiran kami bisa membantu dan bermanfaat bagi pembaca. Segala kritik dan saran membangun kami harapkan dari pembaca sekalian. Wallahu a'lam Contact Person: 0852 2840 2723
  • kalender kerja

    Agustus 2008
    S S R K J S M
    « Jul   Feb »
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • BUKU PANDUAN NIKAH

    ‎ Pemesanan sms ke: 0852 2840 2723
  • Herbal Pasutri

    ‎ ‎ Pemesanan sms ke: 0852 2840 2723
  • Ucapan Nikah Dan Lahir

    Alhamdulillah telah lahir putri pertama dari Dimas Aditya Nugrah dan chery yuriza di RS.Pasar Rebo tanggala 080808 Bagi Yang Ingin Memberikan ucapan pernikahan dan kelahiran silahkan SMS ke: 0852 2840 2723

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d blogger menyukai ini: